Tragis Kru Kapal pesiar Banyak yang meninggal dan bunuh diri

Mental dan kemampuan bertahan di luar negeri tidak mudah apalagi bekerja di kapal pesiar, selain mental keimanan pun harus kuat, tegiur dengan gaji ribuan dollar banyak orang yang memutuskan kerja di kapal pesiar. Kebanyakan calon kru kapal pesiar tidak memikirkan baik buruknya kerja di kapal. kerja di kapal pesiar sebelas jam dan tidak ada libur, ada waktu luang tiga sampai empat jam untuk bisa istirahat itupun kalau yang suka jalan-jalan pasti tidak di pakai waktu istirahatnya. Menikmati negara luar negeri terbayarkan dengan capainya kerja. tapi buat teman-teman yang mau ke kapal ingat pikirkan dulu matang-matang, kerja di kapal pesiar tiap perusahaan beda-beda ada yang delapan bulan ada yang enam bulan tergantung kebijakan perusahan masing-masing.

Pada saat pademi Covid-19 ini semua perusahaan mengalami lock down dan tidak bisa beroperasi hanya bisa memulangkan ribuan kru kapal pesiar dari berbagai negara. setelah baca salah satu website yang memceritakan banyak meninggalnya kru kapal pesiar, saya merasa terkejut dan ingin menulis sedikit mengenai mental dan keimanan kita yang harus kuat.

berikut ini berita yang di kutip dari Cruise Law News

Seorang karyawan kapal Royal Caribbean meninggal sebelumnya hari ini di Harmony of the Seas, menurut beberapa anggota awak yang ingin tetap anonim.

Anggota kru Mariah Jocson, yang digambarkan sebagai “karyawan baru,” dilaporkan ditemukan di kabinnya siang ini. Ada siaran darurat medis “Alpha, Alpha, Alpha” di sistem PA kapal. Kemudian, kapten secara terbuka mengumumkan bahwa anggota kru telah meninggal. Keluarganya dilaporkan telah diberitahu. Tidak ada pengumuman atau penjelasan resmi tentang penyebab kematiannya.

Dia berasal dari Mandaluyong, Filipina.

Harmony of the Seas saat ini berada di Barbados dengan sekitar 2.000 anggota awak masih menunggu untuk pulang, termasuk banyak anggota awak yang dipindahkan dari Vision of the Seas, Majesty of the Seas, dan Rhapsody of the Seas. Dia dilaporkan sebelumnya berada di Rhapsody.

Royal Caribbean “Update Repatriation Weekly Weekly” tertanggal 5 Juni 2020 mencantumkan lebih dari dua puluh penerbangan dari Barbados ke Filipina dalam tiga minggu ke depan hingga 30 Juni.

Ini telah menjadi enam minggu yang sulit bagi banyak anggota kru yang tetap di kapal pesiar selama periode suspensi jelajah yang sekarang mendekati 90 hari. Selain kejadian ini, ada delapan anggota kru lainnya yang dilaporkan mengakhiri hidup mereka dan satu karyawan yang berusaha melakukannya sejak 1 Mei.

Seminggu yang lalu, seorang karyawan jangka panjang dari Filipina meninggal tiba-tiba di kapal Crystal Cruises. Dua minggu yang lalu, seorang anggota awak Filipina meninggal di Scarlet Lady dari Virgin Voyages. Sesaat sebelum itu, seorang anggota kru di kapal pesiar Vasco da Gamma yang dilaporkan melompat dari dek 12 kapal dan mendarat di sebuah kontainer kargo yang terletak di dermaga Tilbury Docks di Inggris. Terakhir dilaporkan bahwa Pelayaran Pelayaran dan Bahari (CMV) karyawan kapal ada di rumah sakit di London. Seorang pegawai dapur Filipina di AIDAblu juga meninggal. Seorang anggota kru Tiongkok yang disewa sebagai asisten pelayan di Mariner of the Seas ditemukan tewas oleh rekan-rekannya. Royal Caribbean menyatakan bahwa anggota kru, seorang pria muda, dilaporkan meninggal karena “sebab alami,” meskipun tidak melepaskan penyebab resmi kematiannya atau memberikan penjelasan apa pun. Pada hari yang sama, seorang pelayan Ukranian dari Putri Regal melompat ke laut ketika kapal itu berada di Rotterdam. Sehari sebelumnya, seorang asisten manajer perjalanan pantai meninggal di Karnaval Breeze yang berlayar ke Inggris dari perairan Bahama. Sebuah laporan post mortem oleh ahli patologi menyatakan penyebab awal kematian tergantung, menurut sebuah publikasi di Inggris. Bunuh diri pertama melibatkan seorang tukang listrik Polandia di Royal Caribbean Jewel of the Seas yang melompat dari kapal di selatan Athena sekitar yang pertama dari terakhir bulan. Sumber : Oleh Jim Walker pada 9 Juni 2020
Diposting di Maritime Death

Itu setelah saya terjemaahkan ke bahasa indonesia, bersyukur tidak ada orang indonesia yang melakukan bunuh diri. semoga teman-teman pelaut indonesia khusunya tetap semangat dan selalu positif. buat calon kru kapal pesiar bisa konsultasi di channel youtube Curhat Sang Pelaut itu channel youtube saya sendiri tentang bagaimana bisa bekerja di kapal pesiar.